Tokoh Penuh Inspirasi

 Nama:Wina Syarfina

Kelas:Pai 1A

Nim:12001036

Deskripsi Biografi Tokoh 

Saya memilih : Ibu


 Ibu adalah belahan jiwa bagi setiap anak,Ibu merupakan tokoh utama yang hadir di hidup kita saat kita membuka mata di dunia ini karena kita memang lahir dari perutnya,dan seharusnya Ibu adalah orang yang paling berhak kita buat bahagia di dunia ini saat kita sudah mencapai cita-cita kita yang pastinya di dukung dan di perjuangkan oleh Ibu.Dan sekarang,aku akan menceritakan kepada kalian tentang sosok yang sangat berharga di hidup ku dan berperan besar dalam kehidupan ku,Inilah Ibuku.

    Ibuku bernama Ratna Kustiah,beliau lahir di Banjarmasin pada tanggal 27 bulan oktober tahun 1972,yang berarti oktober kemarin usia Ibu ku menjadi 48 tahun. Ibu merupakan anak ke-4 dari 6 bersaudara yaitu 4 laki-laki dan 2 Perempuan,namun satu-satunya saudara perempuan ibuku telah di ambil nyawanya oleh yang maha kuasa pada saat ia remaja yaitu saat umur 20 tahun,dan akhirnya Ibuku menjadi satu-satu nya anak perempuang yang ada di rumah.

  Namun tidak seperti kebanyakan orang,biasanya anak satu-satu nya perempuang itu sangat di sayangi dan dimanjakan oleh keluarga,lain dengan Ibuku,beliau malah menjadi orang yang paling sering di marah saat kecil di keluarga itu.

   Saat Ibuku kecil,keadaan ekonomi keluarga memang belum bagus,Nenek dan Kakek ku hanya berjualan kue keliling untuk menghidupi kelima anak tersebut,Nenek ku terkenal dengan sifatnya yang suka marah dan suka main tangan,sifat Nenek sangat bertolak belakang dengan Kakek,sifat Kakek malah sangat penyabar dan tidak pernah sama sekali main tangan dengan anak-anak nya atau dengan orang lain.

  Waktu Ibu masih duduk di Sekolah Dasar,Ibu selalu sekolah sambil berjualan kue di sekolahan nya,saat kecil Ibu sudah melakukan aktifitas-aktifitas yang seharus nya di lakukan oleh orang dewasa. Ibu selalu bangun subuh untuk membantu Nenek menyiapkan jualan dan bersih-bersih rumah setelah sholat subuh. Tugas menyapu,mengepel,mencuci baju dan menyipkan sarapan semua di handle oleh Ibu,ditambah lagi menyiapkan jualan dan pergi berjualan saat di sekolah,Kalian bisa membayangkan kan bagaimana letih nya Ibuku saat kecil.

   Tapi itu semua tidak pernah membuat Ibu mengeluh,beliau selalu semangat dalam menjalankan semua tugas yang sudah di berikan kepada nya saat kecil,namun nenek ku memang meman keras di dalam mendidik Ibu,nenek tidak membiarkan Ibu main dengan teman-teman nya walau hanya sebentar,nenek selalu menyuruh ibu bekerja tanpa henti dan tidak boleh bermain sedikitpun dengan teman-teman nya.

   Pernah suatu ketika di saat Ibu pulang sekolah dan jualan Ibu kebetulan sudah habis,teman-teman nya mengajak untuk bermain bersama,awalnya ibu menolak,tetapi teman-teman nya memaksa hingga akhirnya Ibu pun ikut bermain dengan mereka. Baru sekitar 20 menit ibu bermain dengan teman nya,datang nenek dengan membawa sapu lidi dan langsung menarik tangan ibu untuk pulang,Ibu yang awalnya tidak sadar dengan kehadiran nenek pun langsung terkejut karena tangan nya tiba-tiba ditarik paksa oleh nenek,semua teman ibu hanya bisa terdiam melihatnya.

  Tidak hanya sampai disitu,saat di rumah Nenek langsung memukul ibu dengan sapu lidi tanpa ampun,Ibu tidak melawan sama sekali dan hanya menggigit bibir sambil menahan rasa sakit yang menjalar di tubuh nya.Setelah selesai memukul ibu dengan penyapu sampai badan ibu biru-biru,nenek belum juga puas,beliau lanjut mencubit ibu dengan kuku nya hingga kulit Ibu ada yang terkelupas,dan bukan hanya di satu tempat nenek mencubit,akan tetapi di sekujur tubuh Ibu.Ibu hanya bisa menangis menahan semua sakit itu. Setelah itu,nenek menyeret Ibu dengan menarik rambutnya(rambut ibu memang panjang sepinggang)dan membawa ke jamban yang ada di belakang rumah.

 Saat sampai di jamban,nenek langsung menyeburkan ibu ke sungai dalam keadaan rambut ibu masih di genggam tangannya,kemudian Ibu di timbul-tenggelamkan hingga akhirnya Ibu pingsan dan tidak sadarkan diri.Nenek tidak merasa bersalah sama sekali,malah nenek meninggalkan ibu di jamban dalam keadaan pingsan dan luka memar di sekujur tubuh.

Kalian bisa bayangkan bukan,gimana sakitnya hidup Ibuku saat masih kecil?

 Saat menginjak usia remaja,Ibu menjadi kembang desa di kampung nya.Banyak sekali lelaki yang tertarik dengan paras Ibu yang Cantik ,tapi Ibu tidak pernah meladeni mereka sama sekali dan Ibu selalu menganggap mereke teman biasa.

 Namun ada masalah yang sangat membuat Ibu tidak tahan waktu itu, karena Kakek ku sangat sayang kepada ibu,nenek malah cemburu dengan Ibu dan mengatakan kepada tetangga-tetangga bahwa Ibu adalah madu nya nenek ku,Ibu sangat tertekan dengan sifat nenek ku saat itu.Sampai ada teman Ibu yang berkata"Kalau aku jadi ratna,mending aku mati bunuh diri dari pada hidup penuh siksa seperti itu" Dan Ibu hanya menangggapi nya dengan senyuman.

 Saat Ibu lulus SMA,banyak lelaki yang datang ke rumah dan melamar ibu,mulai dari guru,polisi bahkan tentara juga ada yang melamar ibu,namun semuanya Ibu tolak karena Saat Itu Ibu sedang memiliki pacar(ayahku).

  Nenek marah besar karena Ibu menolak pinangan orang-orang yang sudah mapan hanya karena mempertahankan pacarnya yang sesungguhnya hanya seorang preman tanpa kerjaan,tapi yang namanya cinta ya tidak bisa di paksa,Ibu tetap memilih ayah ku walau hanya preman dan pengangguran.

 Sebenarnya nenek tidak setuju saat Ibu mau menikah dengan ayah,tetapi kakek ku membujuknya dan bilang " besar pahala kita kalau bisa merubah dia menjadi lebih baik" dan setiap hari kakek membujuk nenek hingga akhirnya hati nya pun luluh.

 Pernikahan antara ayah dan ibu pun di langsungkan,dan alhamdulillah semuanya berjalan lancar.Saat acara semua baik-baik saja dan tidak ada masalah apapun.Namun saat selesai acara,ayah langsung membuat ulah.Ayah mengambil semua isi kado yang diberikan oleh orang-orang yang datang ke pernikahan,dan ayah menjual semua kado tersebut.Ayah juga mengambil semua uang yang ada di amplop untuk dirinya sendiri tanpa memberi sedikitpun kepada Ibu,Ibu langsung kaget dengan kejadian itu karena malam itu baru pertama kalinya mereka menikah dan Ibu langsung di suguhkan dengan tingkah ayah yang seperti itu.

  Lama kelamaan tingkah ayah makin menjadi,ayah tidak pernah berniat untuk bekerja atau pun mencari pekerjaan.Ayah ku hanya mengandalkan Ibu ku yang berjualan Kue keliling menggunakan sepeda,Ayah selalu mengambil uang yang sudah ibu simpan di laci untuk keperluan sehari-hari.

  Sampai ibu mempunyai dua anak(abang-abang ku)pun ayah tetap tidak berniat mencari kerja dan terus mengandalkan penghasilan ibu.Kegiatan ayahku dirumah hanyalah bangun saat tengah hari,langsung membuka tudung saji dan mencari makanan,apabila ia tidak menemukan makanan di tudung saji maka ia akan mengamuk dan mencuri uang ibu di dalam lemari.

  Sampai akhirna Ibu pun hamil lagi anak ke-3(aku). Ayah marah saat tau ibu hamil dan menyuruh Ibu untuk menggugurkan kandungan nya.Tetapi ibu tidak mau dan Ibu berkata"Kalau kamu nggak mau rawat anak ini,biar aku saja yang rawat,kamu bisa menceraikan ku saat aku selesai melahirkan nanti" dan ayah ku pun meng iyakan ucapan Ibu.

  Akhirnya setelah aku lahir,ayah dan ibuku resmi bercerai.Tapi saat ayah ku tau bahwa anak yang dilahirkan oleh ibu adalah anak perempuan ,ayah malah meminta hak asuh ku.Ibu jelas menolak dan sangat menjagaku agar tidak di ambil ayah ku.Ayah ku bahkan sampai memukul kepala ibu dengan es batu karena ibu memeluk ku sangat erat dan tidak mau melepaskan,ayah terus memukul ibu dan Ibu berlari ke rumah tetangga untuk meminta tolong,akhirnya ada tetangga ibu yang menolong hingga akhirnya ayah ku pun pergi tanpa membawaku.

  Tidak hanya sampai disitu,saat sidang perceraian ayah tetap meminta hak asuh ku kepada pak hakim.Pak hakim bingung memilih kepada siapa hak asuh ku di berikan hingga akhirnya Ibu berkata kepada pak hakim "Bapak boleh memberi hak asuh anak saya kepada dia,tetapi bapak harus menjamin anak saya makan nya tercukupi,dan harus bisa sekolah sampai perguruan tinggi,saya mau bapak menjamin semua itu karena ayah mereka ini tidak punya pekerjaan sama sekali,jadi semua terserah pak hakim"

 Karena ucapan Ibuku yang berani itu,pak hakim lalu memberikan hak asuh kepada ibuku.

Dan sekarang,Hidup Ibu telah bahagia dengan suami baru nya,bahkan Ibu memilik 2 anak lagi yang menjadi adik ku.Nenek ku juga sudah baik kepada Ibuku sekarang. Dan ayah kandung ku sudah menjadi almarhum.Jangan kesal ya kepada ayah ku karena membaca ceritaku.Aku hanya ingin menulis di blog ini saja.Dan pastinya ada kebaikan yang di sembunyikan oleh nenek ku dan alm ayah ku.Semoga Ayah ku bisa ditempatkan di surganya allah,minta doanya ya teman-teman.Karena seburuk apapun ayah atau ibu kita,mereka tetap orang tua kita dan kita tetap wajib berbakti kepada mereka.

Di akhir cerita ini akan aku selipkan foto Ibuku yang sangat tegar menjalani semua pahitnya kehidupan,semoga bisa menginspirasi..



Yang pakai cadar itu nenek ku,yang tengah aku dan yang terakhir itulah Ibuku,Cantik kan ibuku hehe.

Foto ini di ambil saat lebaran idul fitri.
Sekian dulu ya teman-teman.
Makasih untuk yang 
udah baca.


 

 


 

Komentar